Mengenal Apa itu Resin? Fungsi dan Jenis-jenisnya

Banyak fungsi dari resin digunakan untuk melapisi lantai, meja, atau kerajinan-kerajinan tangan lainnya. Namun, masih menjadi hal yang awam untuk resin itu sendiri di Indonesia. Banyak orang Indonesia yang belum mengetahui fungsi bahkan apa itu resin, padahal banyak sekali hal-hal yang menggunakan resin namun belum disadari seperti untuk percetakan 3D, akrilik, untuk pembuatan tambalan gigi, dan masih banyak lagi.

Dengan begitu banyak fungsi dari resin, lalu apa itu resin? apakah hanya satu jenis saja? Nah kita akan membahas mengenai itu jadi simak dibawah ini!

Apa itu resin?

Pada dasarnya resin merupakan zat kompleks yang alami maupun sintetis dengan bentuk cair dan menjadi keras ketika mengalami proses pengeringan. Hasil pengeringan ini akan menjadi sangat keras dan tahan lama. Menurut (Kartika dkk., 2015) resin banyak dimanfaatkan untuk pelindung, perekat, pelapis, dan material yang menciptakan seperti serat karbon serta seperti pembuat fiberglass. Jika menurut (Sinaga dkk., 2022) resin merupakan getah yang dihasilkan oleh beberapa jenis tumbuhan terutama yang berjenis tumbuhan runjung, getah biasanya membeku dan cepat maupun lambat akan bermassa yang keras dan sedikit banyaknya transparan. Dengan kuatnya daya rekat, ketahanannya terhadap bahan kimia, serta sifatnya yang dielektrik dan isolasi sehingga resin banyak digunakan untuk pelapis.

Jenis-jenis resin!

  1. Polyester

Resin polyester adalah sejenis cairan plastik yang akan bertransformasi menjadi padatan permanen dan sangat keras saat dicampur dengan sedikit zat kimia pengeras, atau yang sering disebut katalis. Biasanya polyester diaplikasikan untuk bidang perkapalan, otomotif, konstruksi, dan kesenian. 

Namun kelemahan dari polyester adalah baunya yang tajam, penyusutan yang tinggi dapat menyebabkan tekanan internal atau retak pada objek cetakan yang besar, dan daya rekat lemnya tidak sekuat epoxy resin. Tetapi harga polyester cenderung lebih terjangkau dari epoxy resin.

  1. Acrylic

Resin Akrilik merupakan jenis plastik yang bersifat keras dan transparan. Bahan ini dihasilkan melalui proses polimerisasi dari turunan Asam Akrilat dan Asam Metakrilat. Sebagai gambaran yang sering ditemukan adalah akrilik lembaran yang biasa dilihat menjadi gantungan kunci.

  1. Vinil

Resin Vinil sering dianggap sebagai “saudara” Resin Poliester, tetapi dengan peningkatan besar dalam hal daya tahan. Ia menggabungkan struktur dasar poliester dengan gugus fungsional yang mirip dengan epoksi. Resin Vinil merupakan pilihan ideal ketika Resin Poliester dinilai kurang mampu memberikan ketahanan jangka panjang terhadap bahan kimia atau air. Meskipun demikian, resin jenis ini tetap menawarkan keunggulan proses pengerasan yang cepat, serupa dengan poliester.

  1. Epoxy Resin

Resin Epoksi merupakan prepolimer yang dicirikan dengan keberadaan minimal dua gugus epoksida. Gugus ini adalah cincin yang sangat reaktif dengan tiga atom, dua atom karbon dan satu atom oksigen. Epoxy ini terdiri dari komponen A (Resin) dan komponen B (Hardener), untuk mendapatkan hasil curing sempurna kedua komponen itu harus di campurkan dengan takaran yang tepat. 

Keunggulan dari epoxy resin adalah memiliki daya rekat terbaik, ketahanan yang baik, ketahanan terhadap kimia, dan bisa menjadi isolator. Biasanya epoxy resin digunakan untuk pelapis lantai, membuat kerajinan, dan coating untuk menjaga barang (biasanya industri, otomotif, dll).

Masih banyak lagi jenis resin yang memiliki ciri khas dan kelemahan masing-masing. Jika kalian ingin mendapatkan epoxy resin kalian bisa membelinya di toko Cerita Resin Official. Disana memiliki banyak jenis-jenis epoxy resin dengan masing-masing fungsi dari tiap jenisnya, ada yang digunakan untuk bunga, ada yang all in one, ada yang digunakan untuk barang yang keras seperti tray, dan ada yang khusus digunakan untuk membuat meja resin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *